4 Alasan Hotman Paris Mundur dari PERADI, Bukan Hanya Ucapan Otto Soal Kode Etik, Lebih dari Itu

Pengacara kondang Hotman Paris angkat suara perihal dirinya mundur dari Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI). Ada 4 alasan yang dibeberkan Hotman Paris. Jadi, Hotman Paris mundur dari PERADi bukan hanya karena Otto menyebut dirinya melanggar kode etik . Kode etik yang dimaksud di sini adalah pamer kekayaan.

Alasan pertama, Hotman memilih mundur dari PERADI karena tidak setuju Otto Hasibuan kembali menjabat sebagai ketua untuk ketiga kalinya. Menurut Hotman, seharusnya dalam Musyawarah Nasional (Munas), seseorang hanya dibolehkan menjabat sebagai ketua Peradi sebanyak dua kali. “Namun ternyata dia menghalalkan segala cara (untuk menjadi Ketua Peradi). Dia bisa merubah anggaran dasar, bukan dengan Munas tapi dengan rapat pleno dan dalam anggaran dasar yang baru itu boleh menjabat dua kali namun tidak berturut turut,” kata Hotman di kantor Dewan Pengacara Nasional, Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (19/4/2022).

“Dia sudah dua kali sebagai ketua umum dan dengan anggaran dasar yang baru, dia bikin dulu orangnya dia yaitu Fauzi, sebagai Ketum. Sesudah Faiz berakhir dia masuk lagi, itu dimungkinkan karena dia sudah merubah anggaran dasar. Padahal harusnya dengan Munas,” lanjutnya. Hotman mengatakan, hal yang dilakukan Otto itu melawan hukum. Terlebih, Otto telah mengubah anggaran dasar hanya melalui rapat pleno.

Kata Hotman, setelah ditelusurinya, kasus tersebut sudah berjalan dan Otto Hasibuan diputuskan bersalah oleh Pengadilan Lubuk Pakam. “Putusan PN Lubuk Pakam dikuatkan lagi dengan Pengadilan Tinggi Medan, yang sangat mengejutkan bisa pas waktunya 18 April 2022 Mahkamah Agung dengan putusan nomor 977 PDP 2022 menguatkan putusan PN Lubuk Pakam menolak kasasi dari Peradi Otto,” ujar Hotman. Dengan begitu, kata Hotman, anggaran dasar dari Peradi itu tidak sah.Seluruh kepengurusan Peradi saat ini tidak sah sejak diputus oleh Mahkamah Agung.

Lebih lanjut, alasan kedua Hotman Paris keluar dari Peradi karena bisnis. Hotman menjelaskan bahwa dirinya kerap diundang menjadi pengajar Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Peradi. Namun, kadang kala Otto meminta agar Hotman tidak perlu pengajar PKPA. Sehingga menantunya Ottolah yang kini jadi pengajar PKPA.

“Ya tentu itu akan menghasilkan duit yang sangat besar. Saya tidak setuju sikap seperti itu. Saya tidak pernah tertarik jadi pengurus di organisasi advokat tapi kalau mengabdi saya selalu siap,” ucap Hotman. Selain itu, alasan ketiga Hotman keluar karena ia merasa bahwa kepengurusan Otto Hasibuan dalam Peradi itu tidak sah. Pasalnya, kata Hotman, Otto tidak punya Surat Keputusan Kemenkumham.

Alasan terakhir, Hotman memilih keluar karena kesal dengan Otto Hasibuan yang menyebut dirinya melanggar kode etik karena pamer kekayaan. Padahal, menurut Hotman, Otto lah yang kerap memamerkan kekayaan di sosial media. “Bahkan dalam pelantikan Dewan Kehormatan Peradi, dia mengatakan agar dewan kehormatan Peradi memeriksa pengacara yang pamer harta. Artinya apa? Dewan Kehormatan Peradi kan hanya kaitan dengan kode etik. Seolah olah saya melanggar kode etik,” pungkas Hotman.

Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.